NEGERA INDONESIA KEPALAU TETAPI PAKAN TERNAK MASIH KEKURANG MAKA PERHATIKAN SISTEM PENGGEMBALAAN

p1

.1 Continuous Grazing (Set Stocking)
System pengembalaan ini adalah sitem pengembalaan yang sederhana, yaitu dengan cara ternak digembalakan pada seluruh pastura tanpa pembatasan atau pembagian lading pengembalaan sepanjang musim. Pada system akan ini peningkatan manajemen, yang berarti bahwa system penumpukan kurang lebih 2 kg pupuk /ha/hari (720 kg/ha/hari) bila penunpukan dihitung perbulan.

2.2 Rotational Grazing
Rotasional Grazing adalah suatu system dimana sebagian besar pastura dibiarkan beristirahat dan tumbuh sedangkan sebagian kecil digembalai. Pada system ini defoliasi akan berlangsung dengan cepat, yang dimana bila defoliasi lebih sering maka akan terjadi penurunan produksi dan kualitas. Sedangkan dalam sebuah manajemen harusahakan agar terjadi keseimbangan antara kualitas rumput, dan jumlah ternak.

2p2

2.3 Paddock Grazing
Dalam system ini padang pengembalaan dibagi dalam paddock kecil yang dipagar dan mempunyai tempat air masing – masing. Untuk contoh ada 29 paddock dan untuk satu paddock satu hari maka 27 paddock yang lain istirahat.

2.4 Rigid Rotational Grazing
Ini adalah bentuk modifikasi dari rotation grazing. Namun luas harian untuk digembalai dibatasi dengan pagar kawat berlistrik.

2.5 Strip Grazing (Close Folding)
Dalam system ini terdapat electric fence didepan dan di belakang yang dipindah sekali atau dua per hari, sehingga hijauan yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan hewan. Bila manager padang rumput mampu mengatur hijauan yang tersedia dan menmgamati potensi produk dengan baik, system ini merupakan system terbaik.dan agar hijauan dapat digunakan sebaik baiknya maka strip sebaiknya panjang dan sempit, untuk mencegah terjadinya penghamburan hijauan karena injakan.

2.6 Stock file Grazing
Dimana 1 paddock dikeluarkan dalam rotasi untuk dipergunakan pada waktu yang akan datang. Pada waktu produksi hijauan tinggi dan cepat, hanya 3 paddock yang disertakan dalam rotasi, sedangkan paddock ke empat dibiarkan tumbuh. Setelah 2 grazing cycle pada masing – masing 3 paddock pertama, baru paddock keempat digembalai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s