PENGARUH PERBANDINGAN AIR KELAPA DAN LARUTAN NaCL FISIOLOGI DALAM PENGENCERAN YANG MENGANDUNG 20 % KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN AYAM LOKAL PADA PENYIMPANAN 5 OC

sp2


Ayam lokal merupakan ternak yang sangat umum dijumpai di Indonesia dan telah terbukti mempunyai daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkung serta lebih resisten terhadap penyakit dibanding ayam ras. Ayam lokal mempunyai potensial yang tinggi sebagai daging dan penghasil  telur. Efisiensi produksi dapat di  tingkatkan dengan mengubah pola pemeliharaan ekstensif menjadi pemeliharaan semi  intensif maupun intensif . kendala yang dihadapi dalam pengembangbiakan ayam lokal adalah  dalam pengadaan day old chick (DOC) ayam lokal bibit unggul dalam jumlah banyak dan berumur relatif seragam .hal ini disebabkan terbatasnya kesedia penjantan untuk mengawini sejumlah betina kerana dengan pemeliharaan penjantan dalampenyediaan pakan.

Teknik Insemenasi Buatan (IB) adalah teknologi alternative untuk mengantikan perkawianan alam tanpa memasukan penjantan kedalam kelompok betina.melalui teknik ini satu ejakulat dari seekor penjantan unggul dapat digunakan untuk mengawini lebih sehingga dapat dihasilkan bibit yang seragam dan bermutu genetic lebih baik.

Keberhasilan IB dipengaruhi oleh beberapa factor salah satu diantaranya adalah penggunaan pengencer.penggunaan pengencer dalam IB sangat penting,karena selain dapat meningkat volume,juga dapat mempertahankan kehidupan spermatozoa dalam waktu yang relative lama melalui penyimpanan pada suhu rendah.

Bahan-bahan yang digunakan sebagai pengencer sebaiknya mudah didapat,harga realatif murah dengan kualitas baik,tidak beracun,juga praktis dalam pembuatan .Bahan pengencer yang biasa digunakan dalam pengencer semen ayam adalah larutan NaCL 0,9% (NaCl Fsiologis). Larutan ini merupakan larutan yang istonis dengan plasma semen.mengingat unsur kimia yang terkandung didalamnya hanya unsure elektrolit saja, yaitu Natrium dan Klrida. Untuk itu perlu ditambahkan bahan lain yang mengandung sumber energi bagi spermatozoa sehingga masa hidup spermatozoa dapat diperpanjang.

Air  kelapa dapat digunakan sbagai pengencer sebgai pengencer semen karena selain mudah diperoleh peternak, harga murah sehingga merupakan suatu pendekatan ekonomis apabila dimanfaatkan sebagai pengencer semen. Air kelapa tersebut  berperan sebagai buffer dalam media asam (Child, 1964)

Selain penambahan sumber energi kedalam cairan semen, masa hidup spermatozoa dapat juga dipanjang melalui penyimpanan pada suhu rendah. Suhu penyimpanan rendah akan menekan aktivitas dan metobelisme spermatozoa sehingga daya hidup spermatozoa akan lebih lama.penyimpanan semen pada 5oC terbukti mampu mempanjang daya hidup spermatozoa dibandinglkan pada semen yang disimpan pada suhu kamar (Sexton dan Fewlass,1978)

Penyimpanan pada suhu  rendah mempunyai resiko terjadi cocd shock, untuk itu perlu  ditambah suatu bahan yang dapat meminimal dampak negetif tersebut, misal kuning telur. Lesitin dan lipoprotein dalam telur dapat melindung selubung lipoprotein membrane spermatozoa.kadar kuning telur 20% dalam semen cair sudah terbukti mampu menekan kerusakan spermatozoa akibat cold shock (Salisburi Dan Van Demark,1985)

Daya tahan hidup spermatozoa dapat diukur dengan jalan mengamati motilitas progresif spermatozoa atau daya gerak majunya yang merupakan parameter penting dalam penilian kualitas semen untuk keperluan IB.Adapun abnormalitas spermatozoa sekunder merupakan parameter untuk melihat kesesuai sipat fisik pengencer terhadap spermatozoa.

Kombinasi anatara air kelapa dan larutan Nacl fisiologi serta kuning telur yang disimpan pada waktu yang lebih lama.penelitihan mengenai pengencer semen dengan kombinasi seperti itu belum pernah dilkukan,oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitihan mengenai pengaruh perbandingan Air Kelapa dan Larutan Nacl Fisologis dalam Pengencer yang Mangandung 20% Kuning Telur terhadap Kualitas Semen Ayam LOkal pada Penyimpanan 5 o

Sampai sejauh mana pengaruh perbandingan air kelapa dan larutan NaCl fisiologi dalam pengencer yang mengandung 20% kuning telur terhadap kualitas semen (daya tahan hidup spermatozoa dan abnormalitas spermatozoa sampai motilitas progresif 40%) ayam lokal pada penyimpanan 5 oC

Pada perbandingan air kelapa  dan larutan NaCl fisiologi,dalam pengencer yang mengandung 20% kuning telur, yang mana mampu menghasil kualitas semen (daya tahan hidup spermatozoa dan abnormalitas spermatozoa sampai motilitas progresif 40%) ayam lokal paling bail pada penyimpanan 5 oC

sp

Untuk mengetahui pengaruh perbandingan air kelapa dan larutan NaCl fisiologis dalam pengencer yang mengandung 20% kuning telur terhadap kualitas semen (daya tahan hidup spermatozoa dan abnormalitas spermatozoa sampai progresif 40%) ayam lokal penyimpan 5 oC.

Untuk mengetahui perbandingan air kelapa dan NaCl fisiologis dalam pengencer yang mengandung 20% kuning telur yang  yang dapat menghasilakan kualitas semen (daya tahan hidup spermatozoa dan abnormalitas spermatozoa sampai mortilitas progresif 40%) ayam lokal paling baik pada penyimpanan 5 oC

1.4. Kegunaan Penelitihan

Hasil peneltian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna mengenai penggunaan air kelapa sebgai pengencer semen dalam program pengembanganan ayam lokal melalui Inseminasi Buatan.penetian ini juga diharapkan dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya.

1.5.Kerangka Pemikiran

Pengenceran semen adalah bahan yang ditambahkan ke dalam semen untuk memperbanyak volume semen dan mempertahankan kehidupan spermatozoa. Pengencer semen selain berpungsi menambah volume,juga dapat berperan sebagai sumber energi bagi spermatozoa,pelindung spermatozoa dari cold shock,  mempertahankan pH,mempertankan tekanan osmotic dan elektrolit larutan.

Plasma semen ayam mengandung unsur elektrolit berupa klorida,kalsium, kalium,natrium,dan magnesium; unsur penyangga berupa garam-garam posphat dan karbonat; dan unsure sumber energi berupa glukosa,fruktosa dan deksrosa. Berdasarkan uraian diatas pengencer semen yang baik seharusnya memiliki karakteristik yang hampir sama dengan plasma semen.

Jenis pengencer yang umum digunakan dapat berupa larutan anorganik,organik dan gabungan antara keduanya. Jenia pengencer anorganik yang biasa digunakana semen untuk ayam adalah terdiri dari bahan-bahan kimia seperti larutan NaCL,Na Sitrat,ringger,Naposphat dan lain-lain.sedangkan  pengencer organic misalnya air susu,santan kelapa,dan air kelapa,walaupun untuk semen ayam masih jarang digunakan.

Larutan NaCL fisiolois digunakan sebagai pengencer semen karena mengandung unsur elektrolit yang dapat mempertahankan tekanan osmotik dan isotonis dengan plasma semen. Larutan tersebut mengandung ion Na yang dapat mempertahankan daya hidup spermatozoa in vitro. Spermatozoa ayam toleran terhadap konsentrasi NaCL dari 0,5 sampai 1,5%  (Lorenz,1959). Pengumuman larutan NaCL fisiologis 80% dan 20%  kuning telur(4: 1) memberikan periode fertil selama 11 hari dengan daya fertilitas telur  72% dan daya tetas 91,66%(sastrodihardjo,1994).

Mengingat larutan NaCL fisiologis hanya mengandung unsur elektrolit saja, maka perlu ditambahkan bahan lain yang mampu menyediakan sumber energi bagi spermatozoa. Air kelapa merupakan bahan alternatip yang dapat digunakan sebagai bahan pengencer  semen mengingat ketersediaanya di daerah tropis sangat milimpah. Air kelapa mengandung 4,70% bahan kering,2,80% gula dan abu 0,62%. Kandungan gula yang terdapat dalam air kelapa dapat berperan sebagai sumber energai bagi spermatozoa dan juga bersifat sebagai buffer dalam media asam (subranyaman dan swaminathan,1995 dalam woodruff,1979).

Penggunaan air kelapa dengan penambahan kuning telur pada berbagai percobaan pendahuluan menunjukkan bahwa perbandingan terbaik untuk campuran air kelapa-kuning telur adalah 4:1 (toelihere,1985). Penggunaan 80% air kelapa  dan 20% kuning telur (4 : 1 ) pada semen ayam buras  menghasilkan daya fertilitas  telur 62,62% dan daya tetas sebesar 100% dengan dosis inseminasi 100 juta/0,1 cc (utami,1995). Menurut Hendiana (1993), penggunaan 80% air kelapa dan 20% kuning telur (4 : 1) pada semen kelinci jenis Rex, pada penyimpanan 5oC menghasilkan motilitas spermatozoa 60,50% dengan daya hidup rata-rata11,25 hari.

Penambahan kuning telur ke dalam pengencer semen dimaksud untuk mengurangi damapak negatif cold shoch akibat penurunan suhu.sifat perlindungan kuning telur karena ada lestin dan lipprotein. Daya perlindungan lestin dan lipprotein berkerja pada lapisan membrane plasma (plasma lemma) spermatozoa yang mengandung lipprotein.Phoshtidylcholine (lestin) kuning telur melindungi membran spermatozoa dengan menahan hilangannya fosfolipid pada kondisi temperatur rendah. Kuning telur juga mengandung bermacam-macam protein,vitamin dan indeks viskositasnya menguntungkan bagi spermatozoa. Penambahan kadar kuning telur dalam pengencer sebanyak 12.5-20 % telah terbukti mampu memberikan pengaruh optimal dalam melindungi spermatozoa akibat col shock (Salisbury dan Van Demark,1985)

Berdasar kerangka bermikirin diatas dapat diambil hipotesis bahwa perbandingan kandungan 40% larutan NaCl fisiologis dan 20% kuning telur merupakan  komposisi terbaik dalam memelihara kualitas semen ayam lokal pada penyimpan 5 oC

1.6.Metode Penelitian

Peneltian ini menggunakan metode eksperimental laboratoris dengan rancangan percobaab Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan adalah lima perbandingan kadar air kelapa dan NaCl fisiologi (0:4:1:3:1:1:3:1 dan 4:0). Setiap pengencer perlakuan mengandung 20% kuning telur.setiap perlakuan diulang empat kali. Perubahan yang diamati adalah daya tahan hidup spermatozoa (dalam jam) dan abnormalitas spermatozoa sampai motilitas progresif 40% pada penyimpanan 5 oC.

1.7.Tempat dan Waktu Penelitian

Penetian ini dilaksanakan di laboratorium Reproduksi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Sumedang.

1.8.Bahan Penelitian

1.1.  Semen Ayam

Semen ayam yang akan digunakan dalam penelitian ini berasal dari empata ekor ayam jantan lokal yang berumur sekitar 12 bulan dengan bobot badan sekitar tiga kilogram.keempat ekor ayam tersebut dipilih dari sembilan ekor ayam jantan lokal yang memiliki kualitas dan kuantitas semen relative seragam melalui uji keseragam (uji Bartlett)

Ayam – ayam penelitian ini ditempat dalam kandang individual yang terbuat dari kawat dengan ukuran panjang,lebar,tinggi masing-masing 60 cm, 40 cm, 45 cm. kandang ayam tersebut ditempat dalam ruang.Ventilasi untuk ruang kandang berupa jendela yang berukuran panjang  dan  l;ebar masing-masing 40 cm dan 75 cm yang  dibantu debgan  dua buah exhauster fan. Temperatur harian kandang   25 oC – 27 oC

Pakan yang diberikan adalah ransom komersial buatan PT.Charoen Phokphand Indonesia sebanyak 100 gr/ekor/hari.adapun air minum diberikan secara ad-libitium.

1.2.Pengencer Semen

Pengencer yang digunakan pada penetian ini adalah :

Air Kelapa

Air Kelapa diperoleh dari pada muda, karena memilki kadar gula yang tinggi dibanding kelapa tua(Chid,1964). Air kelapa muda disaring muda disaring telebih dahulu dengan menggunakan kertas saring.

Larutan NaCl fisiologi

Larutan NaCl fisiologi digunakan oleh PT. Otsuka Pharma Chetical Indonesia

Kuning Telur

Selain air kelapa dan Larutan NaCl fisiologi,ke dalam pengencer tersebut ditambahkan 20% kuning telur yang berasal dari telur ayam yang segar ditandai dengan kulit telur yang bersih, halus dan tidak retak dan memiliki kantung udara yang kecil. Telur yang segar memiliki warna kuning telur yang telur yang bersih tidak terdapat pembuluh darah, bercak daging dan bercak darah.kuning telur yang akan digunakn sebagai pengencer dipisahkan dari putih telur dengan alat pemisah kuning telur. Setelah itu kuning telur diletak diatas kertas saring sehingga putih pengencer semen perlakuan dapat dlihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Komposisi Pengencer semen setiap perlakuan

Bahan Pengencer

Perlakuan

P1 P2 P3 P4 P5

…………………………… ML ………………………

Air Kelapa

0

20

40

60

80

NaCl Fisiologis

80

60

40

20

0

Kuning Telur

20

20

20

20

20

Total

100

100

100

100

100

1.3 Alat – alat yang Digunakan

Perlatan penampungan semen: tabung reaksi berskala, thermos kecil, tissue,

Peralatan pengencer semen :tabungan raeksi, rak pipet volumetric, alumunium foil, thermometer 100 oC

Peralatan evaluasi semen secara mikroskopis : mikroskop, minyak imersi,gelas objek, gelas penutup,Haemocytometer batu merah, kamar hitung Neubaeur, counter.

Peralatan pendinginan: lemari es,tabung Eppendorf

Alat pengukur Ph : kertas PH (Merck,Art.9543)

1.4 Metode Peneltian

Penelitaian yang dilakuan dapat dibagai tiga tahapan kerja yaitu :

4.1. Penampungan Semen

Penampungan semen dilakukan dengan metiode pengurutan atau massage. Penampungna ini dilakukan oleh dua, ayam dipegang pada pangkal paha dan  sebagian sayapnya  ditahan agar tidak dikibaskan. Ayam berada pada posisi horizontal atau menghadap tubuh pemegang. Punggung ayam diurut dengan telapak tangan kanan dari belakang pengakal leher menujyu bagian ekor

Pengurutan diulang beberapa kali sampai ayam ereksi yang ditandai dengan perengan tubuh ayam dan mencuat papillae dari proctodaeum kloaka. Jika ereksi sudah maksimal maka ibu jari dan telunjuk tangan kiri memerah semen dengan menekan kedua sisi kloaka, sehingga  dari  papillae keluar semen berwarna putih,.

Semen yang keluar dari papillae dapat segera ditampung dengan menggunakan tabung reaksi yang dimasuk kedalam thermos kecil yang berisi yang air dengan suhu ± 37 oC

3 thoughts on “PENGARUH PERBANDINGAN AIR KELAPA DAN LARUTAN NaCL FISIOLOGI DALAM PENGENCERAN YANG MENGANDUNG 20 % KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN AYAM LOKAL PADA PENYIMPANAN 5 OC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s