LAPORAN AKHIR STUDI KELAYAKAN PENGGEMUKAN BABI YORKSHIRE UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PROTEIN HEWANI

LAPORAN AKHIR STUDI KELAYAKAN

PENGGEMUKAN BABI YORKSHIRE UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PROTEIN HEWANI

DISUSUN OLEH :

unpaD

HAFIEZ HAZMY      200110060026

ANGGA PERDANA 200110060113

PUTERI RATNASRI            JIO05 00022

LABORATORIUM EKONOMI PETERNAKAN

FAKULTAS PETERNAKAN

UNIVERSITAS PADJADJARAN

BANDUNG

2009


I

Pendahuluan

1.1 .Latar belakang

Dewasa kebutuhan daging sangat meningkat terutama daging  sapi, babi, domba.sebagai Negara berkembang Indonsesia sangat memerlukan  daging sebagai kebutuhan protein untuk memenuhi daging tersebut maka di perlukan konsep yang relevan agar dapat menyentuh semua lapisan masyarakat dari untuk harga daging dan dapat di produksi dengan cepat dan biaya murah dan untung banyak,oleh peluang usaha masih besar untuk peternak  babi ,karena budiya babi lebih mudah pemberikan pakan karena ternak babi bersifat omnivore ( pemakan segalanya ) perkembangbiak lebih cepat terutama umur 16 minggu ternak babi sudah mencapai bobot badan sekitar 80 kg – 90 kg , I.  Bangsa dan Reproduksi Ternak

Peternak babi selalu mendapat keuntungan bila :

  1. Jantan tidak menjadi jelek
  2. Betina mendapat pakan yang baik
  3. Betina tidak keguguran karena bang atau lepto
  4. Separuh anak-anaknya tidak mati
  5. Penyakit tidak menyerang
  6. Induk tidak memakan anaknya
  7. Babi itu tidak diare

Para peternak babi sering mengalami problem antara lain : proses reproduksi, manajemen pakan, kesehatan.

B1

A. Bangsa Babi

Bangsa-bangsa babi dibagi menjadi beberapa 3 type yaitu tipe lemak, tipe daging dan tipe dwiguna (bacon), hal ini terjadi karena permintaan konsumen, sifat bahan makanan  yang diberikan dan cara pemeliharaan akan tetapi pada peternakan modern saat ini bangsa ini tidak ada karena satu tujuan yaitu untuk menghasilkan daging yang bermutu.

Klasifiksi  Zoologis ternak  babi :

Kelas : Mamalia ( Menyusui)

Order : Artiodactyla (berjari /kuku genap)

Famili : Suidae (Non Ruminansi )

Genus : Sus

Spesis : Sus scrofa babi liar dari eropa ada 10 sub spesis

Sus vittatus babi liar dari asia ada 13 subspesis antara lain

babi sumatra, Jawa, Flores, dan Malaysia.

Sus celebensis terdapat 8 subspesis di sulawesi,

Sus barbatus : terdapat 6 subspesis di Kalimantan

Babi Liar (Babi hutan) mangui, aili (batak), Jani (dayak) babui (kayan) dahak (kapuas) spesis ini belum dijinakkan, diburu sebagai sumber daging tergolong besar tinggi 1m panjang 1m dan berat dewasa bisa 150 kg, makanannya tumbuhan biji-bijian, buah-buahan, rumput-rumputan, serangga,hewan melata dan liar.

Babi piara ada 312 varietas dan 87 varietas yang resmi kini dikenal dengan babi unggul, merupakan hasil seleksi dan persilangan beberapa bangsa babi sehingga dihasilkan bangsa baru kemudian menyebar keseluruh dunia misalnya 60% babi potong komersial di dunia adalah Yorkshire (Large White).Termasuk tipe bacon berasal dari inggris, dikenaldengan large white babi ini berwarna putih dengan muka oval, telinga tegak termasuk type ibu karena litter sizenya banyak dan keibuannya bagus, persentase karkasnya tinggi berat jantan 320-455 Kg, induk 225- 365 kg.

B Reproduksi Babi

Babi termasuk hewan yang subur untuk dipelihara kemudian dijual,  karena jumlah perkelahiran (litter size) lebih dari satu (polytocous) dan jarak perkelahiran pendek. Seekor induk dalam satu tahun dapat menghasilkan dua kali melahirkan dan 20 ekor anak sama dengan 1800 kg daging setiap tahun.

Tabel 1. Data Reproduksi Babi Induk

Peristiwa Interval Rata-rata
Umur saat pubertas (bln)

Lama Birasi (estrus) (hari)

Panjang Siklus birashi (hari)

Waktu ovulasi (jam stlah birahi)

Saat yang baik untuk kawin

Lama Kebuntingan (har)

4 – 7

1 – 5

18 – 24

12 – 48

estrus hr kedua

111 – 115

6

2 – 3

21

24 – 36

114

(3 bln, 3 mg, 3 hr)

Pubertas/birahi pada babi dara 4 – 7 bulan dengan rata-rata bobot badan 70-110 kg akan tetapi tidak dikawinkan sebelum umur 8 bulan atau pada periode estrus/birahi  yang ketiga hal ini berguna untuk produksi anak yang lebih banyak dan lama hidup induk lebih panjang. Agar diperoleh anak yang lebih banyak maka induk dikawinkan pada 12 – 24 jam setelah tanda estrus/birahi. Estrus atau birahi pada induk babi adalah karena aktifitas dari hormon estrogen yang dihasilkan oleh ovarium, kejadian ini terjadi selama 3 – 4 hari dengan perubahan tingkah laku seperti suka mengganggu pejantan, kegelisahan meningkat, menaiki betina lainnya dan nafsu makan menurun serta mengeluarkan suara yang khas, kalau ditekan atau diduduki punggungnya diam saja, vulva yang membengkak dan memerah serta lendir keruh dan mengental muncul, bila tanda tanda ini terlihat berarti bebi betinna tersebut siap kawin.Dalam praktek dengan dua kali perkawinan yaitu 12 dan 24 jam setelah tanda estrus dimulai supaya ovum banyak dibuahi dan jumlah anak (litter size tinggi).

Untuk meningkatkan jumlah anak induk perlu di Flushing  yaitu konsumsi induk ditingkatkan selama 7 – 14 hari sebelum dikawinkan untuk meningkatkan jumlah anak perkelahiran bila pakan selama fase pertumbuhan dibatasi.

Perkawinan yang paling umum adalah perkawinan kelompok (lot Mating) cara ini adalah menempatkan satu atau beberapa ekor jantan kedalam kandang beberapa ekor betina yang sedang birahi, cara ini mengurangi tenaga kerja yang diperlukan.  Hand mating memasukkan  seekor betina dan seekor jantan setelah kawin kemudian jantan dipisahkan kembali ini untuk memudahkan pengontrolan ibu dan bapak anak yang lahir  kondisi kandang kawin ini harus tenang dan tidak licin.

Kebuntingan

Lama bunting rata-rata 114 hari, kematian embrio/fetus paling sering terjadi/ fase kritis pada saat 30 – 35 hari awal kebuntingan. Perlakuan terhadap temperatur yang ekstrim, pemberian pakan harus rendah pada awal kebuntingan ini dan penggunaan obat-obatan harus hati-hati.

Kelahiran

Induk sebaiknya ditempatkan ke kandang melahirkan 3 – 7 hari menjelang melahirkan, dalam kandang harus bersih, tenang dan  Tanda induk mau melahirkan Gelisah, membuat sarang bila ada medianya, organ reproduksi dan kelenjar mamae membesar dan susu akan keluar bila ditekan saat 12 – 48 jam menjelang kelahiran. Laju pernapasan meningkat menjelang 12 jam kelahiran  kelahiran paling sering menjelang malam hari. Induk merebahkan diri pada satu sisi saat melahirkan kelahiran dengan pola berurutan (satu-satu) selama kurang lebih 1 – 5 jam, anak yang lahir biasanya 70% kaki depan dulu keluar, anak babi dengan kaki belakang duluan paling banyak mati lahir, bila periode kelahiran cukup lama perlu dilakukan perogohan kedalam alat reproduksi induk, mungkin ada yang sungsang. Perlakuan anak setelah lahir adalah dibersihkan  hidungnya dan badannya dari cairan rahim, dan dibantu diberikan susu pertama (colostrum), berikan penghangat pada kandang anak yang baru lahir. Maka dengan itu selama proses kelahiran harus senantiasa diawasi oleh anak kandang. Induk yang terlampau tua, gemuk dan gelisah selalu lebih banyak mengalami problem saat melahirkan oleh sebab itu induk sebaiknya melahirkan sebanyak 8 – 10 kali setelah itu diafkir.  Pemotongan ari-ari dipotong dengan cara mengikat dulu pada bagian dekat perut kemudian di gunting lalu diberikan antibiotik (betadin/yodium).     Induk akan birahi kembali 3 – 5 hari setelah anaknya disapih/dipisahkan oleh sebab itu induk dapat dikawinkan kembali untuk memperbanyakjumlah anak yang lahir pertahun. Lama penyapihan biasanya 2 bulan akan tetapi dapat dipersingkat menjadi 3 minggu dengan perlakuan tertentu.

Anak Babi Setelah Lahir

Anak babi saat lahir sangat lemah, tidak berbulu (tidak tahan dingin) perlu suhu kandang harus 35 oC, cadangan energi yang ada dalam tubuh anak babi cukup hanya 7 – 8 jam oleh sebab itu susu induk sangat diperlukan setelah lahir, oleh sebab itu  perlu ada jerami pada lantai anak dan diberi penghangat (lampu minyak atau listrik).  Defisiensi Besi (Fe) atau anemia cepat muncul pada anak babi yang baru lahir yangdipelihara terkurung hal ini disebabkan oleh persediaan Fe dalam tubuh babi cukuprendah, Fe dalam susucukuprendah, kontak babi dengan tanah sumber Fe  dibatasi dan laju pertumbuhan babi yang cepat. Ciri anak babi yang kekurangan Fe ini terlihat pucat, lemah,  bulu berdiri dan bernafas cepat  oleh sebab itu 48 – 72 jam zat besi harus diberikan antara lain dengan cara : disuntik dengan (paling dianjurkan), disediakan tanah supaya anak babi bisa menjilat-jilat larutan fe digosokkan pada ambing/susu induk yang umum adalah dengan menyuntikkan iron dextran kedalam otot leher atau paha.

Perebutan puting susu sangat hebat saat babi baru lahir biasanya babi berebut pada babi pada bagian depan karena susu yang paling banyak diproduksi. Oleh sebab itu anak yang lemah atau kecil mendapat susu yang paling sedikit maka anak tersebut menjadi lebih kecil maka dengan itu perlu diberikan susu atau makanan tambahan bagi anak selama menyusui.

Pentirian anak babi bisa dilakuakan bila lama anak babi terlampau banyak dibanding dengan jumlah puting atau induk babi bati saat melahirkan, akan tetapi pentirian bisa dilakukan bila umur jarak antar melahirkan dengan induk lain kurang dari 2 hari, sebelum dilakukan pentirian sebaiknya diberikan bau-bauan yang sama (dengan kotoran, oli, cairan rahim atau bau yang kuat) agar induk yang menerima tidak mencium bau yang berbeda kemudian akanmenolakanak tersebut.

Pemotongan gigi taring anak babi harus dilakukan segera setelah lahir untuk menjaga agar tidak melukai ambing (susu induk), denganmenggunakan tang pemotongan ini harus hati-hati  agar tidak kena gusi/lidah, pemotongan ekor dapat dilakukan bila diperlukan untuk kebersihan danmenghindari perkelahian.

Kastrasi/kebiri sebaiknya dilakukan pada anak babi jantan sebelum berumur 10 hari kecuali pada anak yang akan dicalonkan pejantan, pisau diugunakan untuk memotong skrotum, dan tangan harus steril atau didesinfektan.       Sedangkan jantan lebih lama 5 – 8 bulan dengan bobot badan 75 – 110 kg akan tetapi dikawinkan pada umur 12 bulan. Sebelum digunakan sebagai pejantan perlu di tes dulu dengan mengawinkan dengan 2 – 3  dara yang akan dipotong bila setelah  4 – 5 mg kebuntingan dipotong maka didapat 8 – 10 embrio maka jantan tersebut subur/fertil. Jantan yang berumur setahun dapat dikawinkan dengan induk 7 – 8 tiap minggunya, sedangkan pejantan dewasa 12 induk/minggu.   dapat di jual di pasar terutama daerah timur Indonesia yang mayoritas non muslimin yang kebutuhan daging babi tinggi permintaan. . Liberalisasi impor daging babi beku, yang oleh konsumen dilibatkan karena peternak dalam negeri bisa memenuhi pemintahan pasar , telah menambah derita industri lokal. Impor daging babi dan “cara beef ” yang murah, menurut laporan, telah meningkat lima kali lipat antara tahun 1993-1998, sebuah tren yang akan melaju dengan cepat ketika executive order menarik impor daging babi dari cakupan menurut MAV. Impor yang murah dan juga faktor-faktor lain yang berasal dari krisis keuangan Asia mengakibatkan ditutupnya dua gabungan peternakan unggas yang besar di negeri itu, kira-kira 30 peternakan komersial, yang masing-masing memproduksi 100.000 ekor sapi, dan lima koperasi ternak pada tahun 1997. Pada tahun 2003 digabung oleh para produsen babi sebagai ancaman untuk melakukan blokade makanan dengan menolak Para peternak babi mengklaim bahwa impor makanan Berdasarkan data dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Departemen Pertanian pada 2005 produksi sebanyak 271.840 ton sementara konsumsi 378.930 ton, sedangkan untuk 2006 diperkirakan produksi dari dalam negeri 288.430 ton sementara kebutuhan konsumsi 399.660 ton. Menurut data yang kami peroleh, tingkat konsumsi daging Indonesia saat ini adalah sekitar 1,4 kg per kapita per tahun. Jika dikurangi dengan konsumsi oleh para ekspatriat dan turis asing, maka tingkat konsumsi daging rata-rata penduduk Indonesia minimal adalah sekitar 1,2 kg/kapita/tahun. Dengan tingkat pertumbuhan penduduk mencapai 1,6 persen per tahun, berarti kita membutuhkan tambahan pasokan daging paling tidak mencapai sekitar 3 juta kg per tahun Selama ini, Indonesia hanya mengimpor daging babi dari Australia dan Selandia Baru tak lebih dari 230 ton dan ekspor ternak babi sebanyak 29.000 ton. Sedangkan kasus Flu Babi telah memakan korban jiwa lebih dari 150 orang di Meksiko.Krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1997 telah menyebabkan bertambahnya penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan, akibat krisis ekonomi yang terus berkepanjangan, maka pada tahun 1998 jumlah penduduk miskin mencapai angka 49,5 juta jiwa atau sekitar 24,2 persen terhadap jumlah populasi penduduk diIndonesia. Dengan melalui berbagai upaya yang telah dilakukan oleh berbagai pihak terutama pemerintah, maka secara perlahan angka kemiskinan tersebut dapat. Sehingga pada tahun 2005 angka kemiskinan dapat ditekan sehingga tinggal 35, 1 juta jiwa, dimana dari jumlah tersebut sebagian besar 64,67 persen atau sekitar 22,7 juta jiwa berada di pedesaan. Disisi lain data sensus penduduk Tahun 2003 menunjukkan bahwa 13,68 juta penduduk di Indonesia merupakan petani gurem (luas penguasaan lahan < 0.5 ha) dan 80,35 persen berada di pedesaan. (Badan Statistik, 2003),maka dapat dlihat peluang usaha ternak babi sangat baik untuk sasaran dari pedesan sampai ke kota besar seperti jakarta, daging babi relatif murah di banding daging lain ( Rp 16,000 – Rp 20,000 ) di dukung Feeding ,Manajemen,breeding,ditangani sumber daya manusia yang propisional maka usaha usaha ini akan berkembang dengan baik.

1.2  .Permasalahan

Faktor utama sosial budaya  dan agama ,Indonesia adalah mayoritas muslim sehingga ada beberapa hambatan dari segi agama Islam ternak babi haram .namun usaha ini mempunyai prospek baik , akhir-akhir ini sedang mewabah penyakit seperti flu babi ( H1N1 ), juga dari pemerintah kurang mendukung hanya wilayah tertentukan saja bisa dengan bebas memelihara babi. untuk pemasaran di Indonesia pemasar daging tidak bebas karena mayoritas penduduk indonesia muslim, juga tranportasi wilayah Indonesia terdiri dari pulau-pulau sehingga untuk pengirim daging membutuh biaya besar yang tidak sesuai dengan cost.

1.3  .Model Analisis

Sistem ini sangat penting karena menghasilkan bahan pangan manusia yang bergizi tinggi, yaitu protein hewani. Oleh karena itu melalui peternakan, manusia tidak henti-hentinya mengusahakan peningkatan produksi ternak yang berupa protein hewani, baik berupa daging, susu dan telur. Usaha-usaha tersebut antara lain melalui penerapan ilmu dan teknologi beternak yang disebut pemuliaan ternak. Setelah komputer diciptakan maka perkembangan dan penerapan pemuliaan ternak makin maju dengan pesat.Analisis mengamati pangsa yang ada

Tentang produk daging babi yang akan di tawarkan kepada calon konsumen sesuia dengan seleranya dan cara penawaranya agar produk diterima di konsumen dengan harga terjangkau.

Metode penentuan kelayakan investasi dapat menggunakan pendekatan parameter investasi , dan sekaligus menjadi indikator tingkat kelayakan sebuak aktivitas investasi dalam usaha yang direncanakan.parameter investasi tersebur antara lain Net Present Value ( NPV) , Internal Rate Return (IRR) , Gross B/C Ratio , dan Net B/C Ratio , dan analisis tambahan berupa paybavk period (PBP).

  1. Net present value (NPV)

NPV dinilai sebagai metode keputusan investasi paling riil  karena ekpentasi NPV Positif menggambarkan sebuah kelayakan usaha dan sekaligus menunjukan peningjatan investor wealth ( kekayaan investor).

  1. Internal Rate Of Return ( IRR )

IRR merupakan metode keputusann investasi yang mendasar pada pencarian tingkat diskonto yang menghasilkan NPV = 0.suatu proyek akan terima jika nilai NPV > 0 , dengan demikian makna IRR adalah sebagai cut-off-rate suatu investasi . jika suatu investasi menghasilkan IRR > K , dimana K = required rate of return , maka investasi itu layak dilaksanakan , karena investasi itu memberikan NPV = 0 pada tingkat diskonto lebih besar , jadi dengan required rate of return ( K ) yang lebih rendah tentunya NPV yang dihasilkan akan menjadi positif , semakin tinggi IRR semakin baik.

  1. Gross B/C Ratio (B/C)

B/C Ratio merupakan metode perbandingan antara total benefit yang dihasilkan dengan total cost yang dikeluarkan selamaperiode analisis.Nilai B/C menggambarkan kemampuan satu satuan biaya yang dikeluarkan dalam menghasilkan sejumlah benefit.

  1. Net B/C Ratio ( Net B/C)

Net B/C Ratio merpakan metode perbandingan antara total total net benefit positif ( benefit bersih) yang dihasilkan dengan total benefit negatif dalam selama periode analisis.nilai net b/c menggambarkan kemampuan satu satuan capital yang digunakan didalam menghasilkan sejumlah net benefit ( keuntungan ).

  1. Payback periode (PBP)

Payback periode merupakan prakiraan rentang waktu investasi dapat segera kembali.secara empiris payback methode ini tidak dapat menjadi patokan pasti , karena bagaimanapun tujuan investasi adalah meningkatkan wealth , namun sebagai pelengkap analisis investasi , pendekatan ini tetap disertakan.

II

Aspek Pasar dan Pemasar

2.1. Permintaan dan Penawaran

Kebutuhan daging terus meningkat  Kebutuhan daging domestik terus meningkat seiring dengan meningkatnya populasi dan kesadaran gizi masyarakat Dan karena produksi dalam negeri belum memadai, maka untuk memenuhi kebutuhan itu, tentu kita harus mengimpornya, antara lain dari Australia serta Selandia Baru. Menurut data yang kami peroleh, tingkat konsumsi daging Indonesia saat ini adalah sekitar 1,4 kg per kapita per tahun. Jika dikurangi dengan konsumsi oleh para ekspatriat dan turis asing, maka tingkat konsumsi daging rata-rata penduduk Indonesia minimal adalah sekitar 1,2 kg/kapita/tahun. Dengan tingkat pertumbuhan penduduk mencapai 1,6 persen per tahun, Sedangkan pertumbuhan produksi dalam negeri relatif sangat rendah. Maka untuk sementara ini, guna memenuhi permintaan itu, impor daging tetap perlu dilakukan.namun dari usaha ini akan benefit yang baik soal pasar dalam negeri cukup baik ,pemintahan pasar tradisioanal cukup baik dan hepermakert sangat baik terutama wilayah Indonesia timur cukup menjanjikan  Beberapa dekade kebelakang Indonesia senantiasa dihadapkan pada permasalahan kebutuhan daging yang cenderung defisit yang menjadikan kegiatan impor ternak hidup, daging beku maupun impor daging segar sulit untuk diatasi.

2.2. Pangsar pasar

Dilihat pasar daging ternak babi pangsa dari pasar tradisional ke hermarket rumah makan siap saji ,dan hotel segmen pasar yang non muslim terutama diwilayah Indonesia Timur.

2.3. Strategi pemasaran

Beberapa dekade kebelakang Indonesia senantiasa dihadapkan pada permasalahan kebutuhan daging yang cenderung defisit yang menjadikan kegiatan impor ternak hidup daging beku maupun impor daging segar sulit untuk diatasi.strategi pemasaran perusahaan ini dengan mengadakan kerja sama dengan perdagangan semacam Mou dan menawarkan produk kualitas dan kuantitas baik dan packing dan kesehatan di perhatikan tranportasi cepat sampai dan pesan dapat lewat via internet .agar lebih mudah akses.


III

Aspek Teknis

3.1. Pemilihan Lokasi

Kabupaten Muara Enim adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan. Ibukota kabupaten ini terletak di Muara Enim. Wilayah kabupaten Muara Enim di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Musi Banyuasin, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Ogan komering ilir sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Musi Rawas dan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu. Luas wilayah Kabupaten Muara Enim 9.575 Km2 yang terbagi menjadi sebelas kecamatan.Batu bara merupakan komoditas pertambangan yang memberi kontribusi cukup besar dalam memacu pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah muara enim. Produksinya yang mencapai sekitar 10 juta ton per tahun sebagian besar dikonsumsi oleh kegiatan perlistrikan tenaga uap. Sementara cadangannya yang sekitar lima milyar ton masih cukup untuk puluhan tahun kedepan. Diluar potensi batu bara dan migas sebagai daya yang tidak bertahan lama, potensi ekonomi Muara Enim masih bisa bertumpu pada sektor pertanian dan pariwisata. Dari luas wilayah 957,5 ribu hektar, 96,9 persen diantaranya merupakan lahan kering dan sisanya lahan sawah. Bisa dikatakan menanam padi bukanlah pilihan utama penduduk, melainkan pada usaha perkebunan. Subsektor perkebunan memiliki peluang berkembang yang pesat bahkan mungkin bisa menggeser dominasi sektor pertambangan beberapa tahun mendatang. Apalagi kalau areal bekas penambangan batu bara direklamasi dan ditanami tanaman perkebunan. selain komoditas utama perkebunan, tanaman perkebunan lainnya seperti tanaman nilam mulai dikembangkan. Peluang mengembangkan tanaman nilam yang digunakan sebagai bahan obat-obatan dan wewangian di Muara Enim ini semakin terbuka lebar karena tanaman ini bernilai jual tinggi di pasaran dunia. Sementara di bidang pariwisata, Muara Enim mempunyai potensi wisata alam dan sejarah. Seperti air terjun Curug Tenang di Desa Bedegung Kecamatan Tanjung Agung, sumber air panas Gemuhak di Desa Penindaian Kecamatan Semendo, Curug Ambatan Pulau di Kecamatan Tanjung Agung, Danau Segayam di Kecamatan Gelumbang dan komplek percandian Kebun Undang yang berlatar belakang agama Hindu di Kecamatan Tanah Abang. Yang tak kalah menarik, bila kita memasuki Muara Enim dari Kota Palembang akan dijumpai pemandangan seperti perjalanan Jakarta Puncak. Di sepanjang perjalanan terdapat pondok-pondok pedagang yang menjual buah-buahan menurut panennya, seperti sawo, jeruk, nenas dan semangka. Daerah ini lebih cocok untuk berternak babi karena luas padang ilalang masih sangat luas iklim cocok ternak babi

3.2. Perkandangan / Tempat Produksi

Sistem kandang fedloot di beri sket anatara ternak babi ,kandang dekat sumbar air ,sumber bahan pakan,mudah di capai transportasi,dekat dengan peternak,serta jauhi dari pemukiman penduduk, kandang menghadap timur , ventilasi. luas kandang 100 m.letak kadang induk , kandang fettening, kandang pejantan,supaya tidak terjadi kanibalisme.

3.3 Asumsi dan koefisiem Teknis

Asumsi kebutuhan ternak babi

no

uraian

volume

satuan

harga( Rp/satuan)

jumlah

1

pengadaan bibit

100

ekor

320000

32000000

2

pakan

2

ton

450000

900000

3

konsentrat

2

ton

4000

8000

4

hijauan

100

kg

4000

400000

5

kesehatan ternak

1

paket

500000

500000

6

sewa lahan

1000

m

5000

5000000

7

pembuatan kandang

800

m

6000

4800000

8

pembuatan gudang

100

m

5000

500000

9

tenaga kerja

50

bulan

300000

15000000

10

peralatan kandang

1

paket

1000000

1000000

11

manajer

2

bulan

1500000

3000000

12

mesin diesel

1

unit

4000000

4000000

13

pesibility study

1

kelompok

1000000

1000000

14

ijin usaha

5

kelompok

100000

500000

15

listrik

300

watt

10000

3000000

16

mortalitas

2%

persen

17

mesin pompa air

1

unit

5000000

5000000

18

kendaraan

2

unit

80000000

160000000

19

pupuk

6

ton

1000000

6000000

20

tulang

2

ton

1000000

2000000

21

jumlah

244608000

dinamika populasi babi
Pembelian bulan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
I 1.02 1.02 1.02 1.02 1.02 1.02
II 1.02 1.02 1.02 1.02 1.02 1.02
III 1.02 1.02 1.02 1.02 1.02 1.02
IV 1.02 1.02 1.02 1.02 1.02 1.02
V 1.02 1.02 1.02 1.02 1.02 1.02
V1 1.02 1.02 1.02 1.02 1.02 1 20
POPULASI 1.02 2.04 3.06 4.08 5.1 6.12 5.1 4.08 3.06 2.04 1 20
PANEN 0.98
0.98
0.98
0.98
0.98
1


3.4. Dinamika Populasi

Dalam budidaya ternak babi hanya pengemukan  usia 1 bulan dengan bobot 80kg – 90kg dengan populasi 100 ekor.

V

Aspek Keuangan

4.1  Proyeksi kebutuhan investasi ( sumber dana dan jumlah investasi;aktiva tetap dan aktiva lancer ; proporsi )

Proyeksi kebutuhan investasi ternak babi

no

uraian

volume

satuan

harga (rp)

total (rp)

A

praoperasi

sewa lahan

100

m

800000

80000000

pesibility study

1

kelompok

1000000

1000000

ijin usaha

5

kelompok

100000

500000

jumlah

81500000

B

Investasi tetap

kandang

800

meter

6000

4800000

gudang

100

meter

5000

500000

mesin diesel

1

unit

4000000

4000000

pompa air

1

unit

5000000

5000000

kendaraan 2 unit

2

unit

80000000

160000000

peralatan kandang

1

paket

1000000

1000000

pengadaan bibit

100

ekor

100

10000

jumlah

175310000

C

Modal kerja

manajer

2

bulan

1500000

3000000

tenaga kerja

50

bulan

300000

15000000

pakan

2

ton

450000

900000

listrik

300

watt

10000

3000000

konsentrat

2

ton

4000

8000

hijauan

100

kg

4000

400000

kesehatan ternak

1

paket

500000

500000

jumlah

22808000

Grand total ( A+B+C)

279618000

4.2 proyeksi biaya dan manfaat

No.

Uraian

Tahun

1

2

3

4

5

A.

Penerimaan

1.Nilai Jual Produk Utama

480,000,000

528,000,000

504,000,000

528,000,000

456,000,000

2.Nilai Jual Produk Sampingan

8,000,000

8,000,000

8,000,000

8,000,000

8,000,000

Total A

488,000,000

536,000,000

512,000,000

536,000,000

464,000,000

2,536,000,000

B.

Pengeluaran

1.Biaya Tetap

186,500,000

186,500,000

186,500,000

186,500,000

186,500,000

2.Biaya Tidak Tetap

125,400,000

125,400,000

119,400,000

122,400,000

128,400,000

Total B

311,900,000

311,900,000

305,900,000

308,900,000

314,900,000

1,553,500,000

C.

Pendapatan (A-B)

176,100,000

224,100,000

206,100,000

227,100,000

149,100,000

4.3 Proyeksi Cash Flow

No.

Clashflow

Tahun

A.

Inflow

1

2

3

4

5

1.Saldo Awal Tahun

81,200,000

381,260,000

610,360,000

1,019,460,000

2.Modal Pinjaman

13000000

3.Modal Sendiri

0

4.Nilai Jual Produk

300,000,000

528,000,000

504,000,000

528,000,000

456,000,000

5.Nilai Jual Produk Sampingan

400,000

4,000,000

8,000,000

8,000,000

8,000,000

6.Nilai Sisa (Salvage Value)

102000000

Total A

313400000

613200000

893260000

1146360000

1585460000

B.

1.Biaya Tetap

mesin diesel

4000000

4000000

4000000

4000000

4000000

pompa air

5000000

5000000

5000000

5000000

5000000

Kendaraan

160000000

160000000

160000000

160000000

160000000

Peralatan

1000000

1000000

1000000

1000000

1000000

Manajer

1500000

1500000

1500000

1500000

1500000

tenaga kerja

15000000

15000000

15000000

15000000

15000000

Total

186500000

186500000

186500000

186500000

186500000

2.Biaya Tidak Tetap

Konsentrat

8000000

8000000

8000000

8000000

8000000

Hijauan

400000

400000

400000

400000

400000

Pakan

900000

900000

900000

900000

900000

Kesehatan

500000

500000

500000

500000

500000

Bibit

32000000

32000000

32000000

32000000

32000000

Total

41800000

41800000

41800000

41800000

41800000

3.kewajiban Bank

bunga pinjaman

1,300,000

1,040,000

52,000,000

104,000,000

130,000,000

Pokok

2600000

2600000

2600000

2600000

2600000

Total

3,900,000

3,640,000

54,600,000

101,400,000

127,400,000

Total B

232,200,000

231,940,000

282,900,000

126,900,000

100,900,000

C.

Saldo Kas Akhir (A-B)

81,200,000

381,260,000

610,360,000

1,019,460,000

1,484,560,000

nilai sisa (salvage value) :

mesin diesel

1000000

pompa air

800000

kendaraan 2 unit(@Rp.50000000)

100000000

peralatan kandang

100000

gudang

100000

Dari hasil diatas bahwa didapat saldo kas akhir di tahun terakhir atau kelima adalah Rp. 1,484,560.dari hal ini didapat ditarik kesimpulan penggemukan babi dengan waktu umur proyek lima taun masih tetap mendapatkan keuntungan.

V

Analisis Investasi

5.1.  Net Present Value

Net Present Value ini didapat dari nilai rupiah masa depan yang dikalikan dengan df, diman df tersebut diperoleh berdasarkan discount rate yang digunakan sehingga tingkat bunga secara langsung akan mempengaruhi nilai NPV. Nilai NPV salah satu kriteria dalam menentukan layak atau tidaknya usaha peternakan yang akan kami jalankan, yang mana apabila nilai NPV ≥ 0, maka proyek kami dinyatakan layak, sedangkan apaila nilai NPV ≤ 0 maka usaha peternakan puyuh kami ini tidak layak. Setelah diperhitungkan dengan berdasarkan asumsi serta proyeksi, maka usaha penggemukan babi ini dikatakan layak karena nilai NPV > 0, yaitu Rp   982,500,004

5.2.  Internal Rate of Return

IRR adalah salah satu kriteria investasi yang menunjukan tingkat kemampuan suatu proyek dalam mengembalikan modal pinjaman. Atau besarnya tingkat discount rate pada saat NPV sama dengan nol. IRR di dapat dengan mengetahui jumlah net benefit dengan discount factor. Jumlah net benefit dan discount factor sama dengan yang digunakan pada saat perhitungan NPV. Jumlah persentase  IRR setelah perhitungan yang telah kami lakukan adalah 1747.119803%. Ini berarti kemampuan penggemukan babi ini dalam mengembalikan pinjaman modal sebesar 1747.119803%.

5.3.  B/C Ratio (Gross B/C dan Net B/C )

Net B/C adalah perbandingan antara net benefit positif (+) yang telah di discount dengan net benefit negative (-) yang telah di discount. Jumlah dari net benefit positif adalah   Rp. 798,400,000 . Sedangkan jumlah net Benefit negative (-) adalah Rp. (12,500,000). Bila kita melihat perhitungan dibawah maka dapat kta lihat bahwa rasio perbandingan antara Benefit dengan Cost yang akan didapatkan adalah 63.872

.

Gross B/C adalah perbandingan antara benefit kotor yang telah di discount dengan cost secara keseluruhan yang telah di discount pula. Dari hasil perhitungan dibawah maka hasil penjumlahan dari benefit (PVB) yaitu Rp. 1,660,676,666.53

, Sedangkan jumlah cost (PVC) yaitu Rp. 1,123,459,518.56 Jadi rasio perbandingan antara benefit kotor dengan cost kotor yaitu sebesar 1.478181135 , Bila kita melihat hasil perhitungan rasio tersebut maka ini artinya perusahaan ini layak berjalan (go) karena rasio Gross B/C bernilai lebih dari 1.

.

5.4 Payback Periode

Payback period adalah waktu yang dibutuhkan oleh suatu proyek/perusahaan dalam mengembalikan modal nya secara keseluruhan. Untuk menghitung waktu tersebut, maka 2 variabel yang harus ada yaitu net benefit dan kumulatif net benefit. Dari hasil perhitungan yag telah dilakukan, maka hasil nya perusahaan ini dapat mengembalikan modal usahanya pada tahun ke 1.876573088 atau bulan ke 22.51887706 atau selama 1 tahun lebih Jenis bunga yang dipakai adalah bunga tetap dengan besar bunga bank 12 %..

VI

Aspek Lingkungan

6.1 Pendugaan dampak lingkungan

Analisis mengenai dampak  lingkungan dalam suatu proyek mutlak dilakukan dengan tujuan agar proyek yang dilaksanakan tidak merusak lingkungan bahkan cenderung untuk melestarikan lingkungan demi keberlanjutan lingkungan di masa yang akan datang.

a. Aspek Sosial

Beberapa manfaat yang dapat dirasakan oleh  masyarakat dengan didirikannya perusahaan penggemukan babi ini  adalah terpenuhinya kebutuhan protein hewani untuk non muslim dan  hal ini akan menambah lapangan pekerjaan baru untuk penduduk sekitar.Dilihat pasar daging ternak babi pangsa dari pasar tradisional ke hermarket rumah makan siap saji ,dan Hotel segmen pasar yang non muslim terutama diwilayah Indonesia Timur, perbaikan sarana transportasi seperti jalan dan angkutan umum dilingkungan sekitar perusahaan perusahaan penggemukan babi dan lain-lain. Selain itu juga diharapkan peternakan ini dapat menjadi pelopor  pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang ternak potong.

Dengan adanya peternakan ini juga akan menjadikan daerah tersebut dapat dikenali oleh khalayak umum, sehinga diharapkan dapat meningkatkan kehidupan sosial didaerah Muara Enim ini sendiri.

  1. b. Aspek Ekonomi

Dengan adanya manfaat-manfaat tersebut masyarakat sekitar perusahaan akan mendapatkan keuntungan ekonomi bagi keluarganya.Salah satu manfaat terbukanya lapangan pekerjaan baru merupakan maanfaat yang sangat dirasakan bagi masyarakat, karena para penduduk sekitar perusahaan yang masih menganggur atau belum mendapatkan pekerjaan tetap, bisa dikurangi, selain itu juga pendapatan keluarganya akan bertambah.

  1. c. Aspek Budaya

Dengan adanya pendirian perusahaan penggemukan babi ini kami mengharapkan agar masyarakat di sekitar peternakan khususnya, menjadi memiliki kebiasaan untuk membudidayakan ternak..Dari luas wilayah 957,5 ribu hektar, 96,9 persen diantaranya merupakan lahan kering dan sisanya lahan sawah. Bisa dikatakan menanam padi bukanlah pilihan utama penduduk, melainkan pada usaha perkebunan.bila kita memasuki Muara Enim dari Kota Palembang akan dijumpai pemandangan seperti perjalanan Jakarta Puncak. Di sepanjang perjalanan terdapat pondok-pondok pedagang yang menjual buah-buahan menurut panennya, seperti sawo, jeruk, nanas dan semangka. Daerah ini lebih cocok untuk berternak babi karena luas padang ilalang masih sangat luas iklim cocok ternak babi.hal ini akan menambah lapangan pekerjaan baru untuk penduduk sekitar selain pekerbunan dan pertanian.

Instalasi Pengolahan Limbah

Semua usaha peternakan termasuk peternakan menghasilkan limbah baik yang berupa limbah padat maupun limbah cair. Limbah padat yang dihasilkan berupa feses dari babi. Sedangkan limbah cair dapat berasal dari air pencucian peralatan,kandang dan urine dari ternak babi. Untuk menanggulangi masalah limbah yang dihasilkan agar tidak menggangu masyarakat sekitar khususnya limbah yang bersal dari limbah cair maka dilakukan pembangunan semacam kolam penampungan limbah cair. Dimana kolam penampungan limbah cair yang dibuat berukuran 7,5 x 2 sebanyak 1 unit  yang berguna untuk menampung limbah cair yang dihasilkan sampai limbah tersebut tidak berbau lagi dan terjadi pemisahan antara zat padat dengan cairan.

6.2 Srategi Mengatasi Dampak Lingkungan ( termasuk instalasi pengolahan limbah)

Pengendalian Polusi Bau

Usaha penggemukan babi menghasilkan polusi udara bila tidak dilakukan pengendalaian secara baik dan benar. Bila hal ini tidak dilakukan dengan segera mungkin saja peternakan tersebut akan dikomplain oleh masyarakat sekitar yang bisa berakibat akan ditutupnya usaha peternakan tersebut. Untuk menangulangi masalah polusi udara yang berupa bau maka dapat ditanggulangi dengan beberapa cara seperti :

(1)  Pembangunan kandang yang terkena oleh sinar matahari. Di mana dengan terkena sinar matahari maka kotoran yang ada dikandang tersebut kering sehingga bakteri pembusuk tidak dapat tumbuh.

(2) Mengangkut kotoran yang dihasilkan oleh limbah penggemukan babi secara periodik dan teratur sehingga limbah tidak menumpuk dan tidak menimbulkan bau karena limbah yang dihasilkan tidak ada.

(3)Menanam pohon atau bambu jepang disekitar kandang dimana sekalian berfungsi untuk menahan angin yang masuk kedalam kandang dapat juga mengurangi bau yang ditimbulkan.

(4) Mengatur ventilasi atau aliran udara didalam kandang sehingga terjadi pertukaran udara di dalam kandang.

Pengendalian Udara

Perusahaan penggemukan babi menciptakan keadaan udara disekitar menjadi bau hal ini bisa disebabkan karena aliran udara dan sistim pertukaran udara (ventilasi) di dalam kandang terhambat. Kandang yang baik memiliki sistem pertukaran udara yang lancar, dan cukup sinar matahari masuk ke dalam kandang. Sehingga bau dalam kandang yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri dapat di tekan. Pengendalian udara dalam kandang erat kaitannya dengan masalah hygiene dan sanitasi ternak. Selain itu juga pengendalian udara yang kurang baik akan berdampak buruk terhadap kesehatan ternak. Sehingga akan menambah biaya di aspek kesehatan.

Pengendalian Limbah Asal Ternak

Dalam peternakan apapun, limbah (baik limbah padat maupun cair) merupakan suatu masalah yang telah umum, dimana semua ternak akan menghasilkan kotoran. Oleh karena itu, untuk mengendalikan limbah asal ternak tersebut untuk feces dan urine dari peternakan babi diolah menjadi pupuk yang berguna untuk perkebunan. Dan juga biogas agar dapat menghasilkan nilai ekonomis dari limbah yang tadinya  tidak memiliki nilai ekonomis menjadi barang yang dapat menghasilkan benefit. Selain itu, hal tersebut dapat pula dijadikan sebagai salah penerimaan (income) bagi usaha peternakan ini. dan menerapkan sistem biosecurity farm yang baik untuk menghindari timbulnya penyakit pada ternak babi

VII

Kesimpulan dan Saran

7.1 Kesimpulan

Dalam mendirikan suatu usaha (proyek) dalam bidang apapun, sebaiknya kita menganalisis terlebih dahulu suatu kelayakan dari usaha tersebut, dimana didasarkan dengan asumsi-asumsi yang sebelumnya telah ditentukan terlebih dahulu. Dalam usaha peternakan yang akan kami dirikan berkecimpung dalam dunia peternakan, yaitu usaha penggemukan babi, usaha penggemukan babi  ini akan diberi nama PT MITRA ABADI , dengan luas lahan yang digunakan seluas 1000 m2, dan proyeksi perhitungan investasi selama 5 tahun.

Adapun tingkat bunga yang kami gunakan adalah 12 % dan kriteria yang akan kami perhitungkan adalah NPV yang setelah diperhitungkan di dapat nilai Net Present Value (NPV) yaitu  Rp   982,500,004  dimana nilai tersebut > 0, yang berarti usaha usaha penggemukan babi dinyatakan layak. Selain itu kriteria lainnya adalah Internal Rate of Return (IRR), yang setelah dianalisis ternyata IRR yang kami dapat dimana nilai IRR yaitu 1747.119803%.. Kemudian Gross B/C dengan nilainya adalah 1.478181135, yang berarti nilai Gross B/C tersebut > 1. Selain itu nilai Net B/C, dimana nilainya > 1 yaitu 63.872, sedangkan kriteria yang terakhir adalah Pay Back Period yaitu jangka waktu pengembalian pinjaman selama 1 tahun lebih. Dalam perhitungan tersebut, tingkat bunga yang kami gunakan adalah 12%.

Setelah menganalisis terhadap kesemua aspek yang dibutuhkan maupun aspek-aspek lainnya yang mendukung dalam berdirinya usaha penggemukan babi ini, dan juga berdasarkan atas nilai-nilai dari kriteria investasi yang telah diperhitungkan, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan usaha pengemukan babi dengan populasi yang tercantum serta evaluasi kriteria-kriteria yang diperoleh dari gagasan proyek yang akan dilaksanakan dapat dikatakan layak di jalankan karena mampu menghasilkan manfaat/benefit baik secara financial benefit ataupun social benefit terhadap pihak-pihak yang terkait

7.2 Saran

Untuk memenuhi kebutuhan daging sebagai sumber protein hewani usaha-usaha tersebut antara lain melalui penerapan ilmu dan teknologi beternak sehingga akan tercapainya kebutuhan daging sesuai dengan permintaan pasar , dalam hal ini pemerintah dan pihak-pihak terkait bisa bekerjasama untuk melaksanakan program ini.sehingga Indonesia tidak bergantung terhadap impor.potensi besar untuk memenuhi kebutuhan protein hewani yaitu daging dari ternak babi,dengan mendirikan peternakan babi atau ternak potong diwilayah Sumatera karena pemerintah setempat mendukung upaya untuk memajukan derah setempat serta didukung oleh keadaan geografis yang berupa padang rumput yang masih luas.

B2


About these ads

5 gagasan untuk “LAPORAN AKHIR STUDI KELAYAKAN PENGGEMUKAN BABI YORKSHIRE UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PROTEIN HEWANI

  1. Dear,

    Kelihatannya usaha ini cukup menguntungkan terutama untuk daerah yang memiliki tradisi beternak babi. Apa mungkin untuk suplai energi dan bukan makanan memungkinkan untuk babi sebagai kelanjutan penelitian ini. Kalau ada bisnis plan yang baik terutama untuk masyarakat miskin dengan kapasitas rumah tangga mungkin kita bisa kembangkan bersama di daerah dampingan saya di Daerah Bromo-Tengger, Jawa Timur.
    Nb. Aku temukan analisisnya untuk buruh puyuh juga, apa salah ketik.

    Mangku Purnomo
    Gegraphisches Institut
    Abteilung Humangeographie

    Goldschmidtstraße 5
    37077 Göttingen
    http://www.uni-goettingen.de/de/104562.html

  2. saya sangat tertarik dengan apa yang anda paparkan. usaha ternak babi memang sangat menguntungkan, apa lagi pemeliharaan ternak babi di indonesia bagian timur khususnya flores. terima kasih atas imformasinya……..

  3. Halo Bung…. salam kenal…..
    Laporannya menarik……
    Ada contoh penelitian perhitungan kebutuhan masyarakat terhadap daging babi ga??????????? mohon bantuan……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s